|
IIX Bukan Layanan
Gratis Lagi
Sumber : detik.com
APJII, induk ISP di Indonesia, akan membenahi pengelolaan IIX.
Diserahkan ke pihak yang netral, IIX tidak akan menjadi layanan
'gratis' lagi.
APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) memutuskan untuk
membenahi pengelolaan IIX (Indonesia Internet Exchange). Hal itu
terungkap dalam rapat kerja nasional (Rakernas) APJII yang digelar hari
ini, Rabu (26/05/04).
Menurut Teddy Purwadi, salah satu anggota Dewan Ketua APJII, pembenahan
itu meliputi kebijakan pengelolaan dan manajemen. "(Pembenahan ini)
dalam rangka mengantisipasi berkembangnya jaringan IIX. Jadi APJII akan
mengelola IIX sendiri, dari mulai tempatnya hingga administratur IIX,"
ujar Teddy yang dihubungi detikcom seusai Rakernas.
IIX (Indonesia Internet Exchange) merupakan jalur interkoneksi antar
penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia. Jaringan ini dapat
mengurangi ketergantungan ISP lokal pada jaringan luar negeri.
Sebagai ketua pembenahan IIX, Teddy menjadwalkan pembenahan itu akan
memakan waktu 30 sampai 90 hari. "Diharapkan dalam waktu itu, sudah
selesai secara policy, operation dan management. Jadi, IIX berikutnya
rulenya sudah jelas," ujar Teddy. Pihak netral yang akan mengatur IIX
terdiri dari sebuah dewan administratur IIX.
Bukan Layanan Rp. 0 Lagi
Selama ini APJII menerapkan IIX sebagai layanan gratis, termasuk dalam
fasilitas keanggotaan APJII. Menurut Teddy, setelah pembenahan ini IIX
tidak akan gratis lagi. "Waktu rapat anggaran APJII beberapa waktu
lalu, dilaporkan pemasukan dari IIX Rp 0, tapi kok pengeluarannya gede
banget," ujar Teddy.
Ia menjelaskan bahwa pengoperasian IIX membutuhkan biaya yang besar.
Untuk itu setiap anggota APJII akan dikenakan biaya iuran. Besar biaya
ini tergantung pemakaian, semakin besar pemakaiannya semakin besar
biayanya.
Selama ini layanan tersebut bisa digratiskan karena APJII bekerjasama
dengan rekanan untuk mengoperasikan IIX. Namun, Teddy melanjutkan,
rekanan tersebut tidak selalu bertanggungjawab.
Diceritakannya satu peristiwa ketika salah satu rekanan APJII
kekurangan dana dan IIX nyaris ditutup. Dalam peristiwa itu, ujar
Teddy, rekanan APJII seakan-akan lepas tangan dan tidak mau peduli.
Teddy yakin pembenahan ini akan membuat pengelolaan IIX netral. "Kita
tidak mau terulang lagi. Jangan sampai IIX diambil oleh partner APJII
sampai partner itu menjadi gede, sementara APJII kempes," Teddy
menambahkan.
|
|